Lab Terbaik di UGM, Manfaatnya Untuk Mahasiswa Indonesia

Sekolah International Jakarta – Lab yang yaitu hasil kerja sama dengan UGM dan Honeywell ini dilengkapi dengan teknologi simulasi canggih dengan kesanggupan Augmented Reality dan Virtual reality (AR/VR). Lab yang dibangun oleh Honeywell, salah satu perusahaan teknologi terkemuka dari Amerika Serikat ini menjadi lab yang terhubung dengan dua lab sebelumnya yang dibangun Honeywell di kampus UI dan ITB.

Nasir menginginkan eksistensi lab teknologi simulasi untuk aktivitas industri ini dapat menyokong cara kerja pelajaran dan karya penemuan kreatif teknologi yang diciptakan dari kampus.

“Sebuah universitas akan mati jika tak mengerjakan penemuan kreatif. Karena, jumlah penduduk dan sumber tenaga yang besar tak menjamin kita sebagai negara kampiun, tapi semestinya punya penemuan kreatif,” katanya.

Nasir mengaku prihatin hasil riset dari perguruan tinggi yang menurutnya belum sejajar dengan keperluan dunia industri dan masyarakat.”Peneliti asyik dengan dunianya sendiri namun tak mengamati apakah riset yang dilaksanakannya diperlukan atau tak,” katanya.

Untuk meningkatkan jumlah riset yang inovatif dan pas guna, menteri akan menyokong perguruan tinggi untuk mengerjakan hilirisasi riset serta memastikan untuk menggabungkan sebagian perguruan tinggi supaya terjadi optimalisasi, “Jumlah perguruan tinggi kita itu ada 4600-an, dua kali lipat dari China yang cuma 2.284 dengan penduduk lebih dari 1 miliar,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Pendidikan dan Kemahasiswaan UGM, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, menyambut bagus dengan dilegalkannya lab simulasi canggih yang terkoneksi dengan dua lab di kampus UI dan ITB. Dia menginginkan eksistensi laboratoium ini dapat menarik mahasiswa untuk belajar soal teknologi simulasi di dunia industri. “Semoga dapat menarik dosen dan mahasiswa sehingga dapat melahirkan banyak penemuan kreatif dan kreativitas,” katanya.

Manager Honeywell Building Solutions, Yustinus Sigit, mengatakan lab teknologi yang dibangun honeywell di UGM dilengkapi teknologi simulasi canggih ini akan terhubung dengan dua lab di UI dan ITB lewat teknologi awan (cloud). “Lab ini untuk pertama kalinya di dunia kita mengaitkan ketiga lab melewati teknologi awan, tujuannya supaya ketiga kampus bisa berkolaborasi dalam mengoptimalkan pengetahuan para calon insinyur masa depan Indonesia,” katanya.