Pencak Silat Indonesia Dikagumi di Luar Negeri

pencak silat

Penampilan para pesilat dari Perguruan Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih cabang New Caledonia di akhir acara Festival Seni Beladiri: Festival des Arts Martiaux et Sports de Combat, yang diselenggarakan di Arene du Sud, Paita, New Caledonia sudah luar biasa lebih dua ribu penonton mulai dari buah hati-buah hati, remaja sampai dewasa.

Diiringi bunyi gending Jawa modern, para pesilat yang berkewarganegaraan Perancis sanggup menghipnotis penonton dengan cuma memakai tangan kosong dan dibantu tata olah napas untuk mengolah tenaga tubuh sanggup mematahkan sebagian benda keras seperti tumpukan dari besi beton, pompa Dragon dan kikir yang diambil dari tinyurl.com/y7ynf5xo. Kecuali itu, mereka juga memperagakan jurus silat praktis dengan memakai senjata tongkat serta tata pertengkaran bebas.

Claude Japel, pemimpin dan pelatih Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih New Caledonia ini, tak sanggup menyembunyikan kegembiraannya seusai buah hati didiknya mengatasi pertunjukkan hal yang demikian, yang mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton. “Sungguh membanggakan, kami tampil di puncak acara hal yang demikian dengan berhasil.”

Pencak silat Merpati Putih mulai dikenalkan di kawasan seberang lautan Perancis di Pasifik Selatan ini mulai tahun 1990. Dalam perkembangannya, ketika ini Pencak Silat Merpati Putih New Caledonia sudah mempunyai 200 member tak cuma dicontoh oleh diaspora Indonesia saja, tapi juga warga kelompok sosial lainnya seperti keturunan Perancis, Kanak dan lainnya.

“Ini yakni salah satu keberhasilan negosiasi tradisi Indonesia di New Caledonia, sebab mayoritas member Pencak Silat Merpati Putih bukan berasal dari keturunan Jawa, justru berasal dari kelompok sosial yang lain. KJRI Noumea akan terus memberikan dukungan supaya pencak silat ini bisa lebih berkembang,” ujar Konjen RI Noumea, Widyarka Ryananta seusai memberikan selamat terhadap para pesilat yang tampil.

Ketua penyelenggara festival beladiri, Laurent Couturier mempersembahkan kesibukan ini dialamatkan untuk lebih menyampaikan seni beladiri dari beragam negara dan mensupport munculnya talenta-talenta baru di kalangan generasi muda New Caledonia. Lebih lanjut dikatakan bahwa inisiatif kesibukan ini mendapatkan respons yang betul-betul antusias dari beragam perguruan seni beladiri dan masyarakat.

Dalam festival seni beladiri ini, para penonton juga diedukasi dengan filosofi yang terkandung di dalamnya. Sebelum pertunjukkan berlangsung, dibacakan narasi berisi asal usulan sampai makna yang terkandung dalam gerakan beladiri yang akan ditampilkan.