Mengarang Dapat Meningkatkan dan Mengoptimalkan Otak Kanan

pelatihan otak

Manusia yaitu makhluk yang paling total yang dihasilkan Yang dibandingi makluk yang lain, sebab di bekali dengan logika (otak). Otak yaitu komponen secara khusus tubuh yang yaitu metode saraf dan mengontrol seluruh kegiatan manusia.

Satu komponen otak dibagi menjadi dua adalah otak komponen kanan dan otak komponen kiri, atau umum disebut otak kanan dan otak kiri, masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda.

Otak kanan terkaitan dengan kreativitas, konseptual, seni/musik, emosionil, daya pikir, dimensi dan bersifat daya ingat bentang panjang, padahal otak kiri berkaitan dengan kecakapan bahasa, angka, analitik , urutan, hitungan, detai dan bersifat daya ingat bentang panjang.

Otak kanan berkaitan dengan EQ (Emotional Quotient) padahal Otak kiri berkaitan dengan IQ (Intellegence Quotient). Tapi pada biasanya orang cuma menerapkan dan mengefektifkan kerja otak kiri dan senantiasa menekan kerja otak kanan, sehingga kesuksesan dan keberhasilan jauh pada dirinya.

Sebab otak kanan berkaitan dengan tenaga emosi bagus kepedulian, tenggangrasa, daya pikir, semangat, kejujuran, kedisiplinan, tanggungjawab, dan lain seagainya, karenanya orang yang lebih mengaktifkan kerja otak kanannya akan lebih berhasil ketimbang yang mengandalkan otak kirinya.

Hal ini disebabkan sebab kurikulum pengajaran di Indonesia senantiasa menekankan otak kiri sebagai penentu keberhasilan seseorang. Cuma pengajaran di TK (PAUD) lah yang masih konsen tentangĀ pelatihan otak kanan. Meskipun hampir seluruh orang berhasil dan ilmuwan sekalipun sekelas Alberte Einsten condong dengan otak kanannya.

Makanya Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang kian hari akan terus ketinggalan dengan bangsa lain, sebab manusianya konsisten konsen pada otak kirinya dan menganggap otak kanan sesuatu yang umum.

Bisa dicontohkan seorang siswa yang senantiasa berbangga bila mempunyai skor akademis yang bagus, peringkat yang pertama, kampiun pertandingan sains hingga tingkat nasional dan sebaginya, seolah-olah kepandaian dan kepintaran yang dimilikinya yaitu persyaratan totaliter untuk mengantarkan kesuksesaannya kelak.

Tapi ia mengenyampingkan rasa tanggungjawab, kedisiplinan, kepedualian, kejujuran, yang yaitu kawasan kerja otak kanan. Oleh sebab sungguh-sungguh pentingnya fungsi ketimbang otak kanan karenanya perlu diadakan suatu latihan untuk menggugah kecakapan otak kanan supaya dapat berkembang maksimal.

Mengarang yaitu hal yang tak asing ditelinga kita. Semenjak kelas 1 SD aktivitas ini telah dididik via belajar bercerita padahal sebuah cerita simpel.

Kian meningkat tahapan pengajaran aktivitas mengarangpun kian berkembang dan lebih rumit dan tercover dalam matapelajaran Bahasa Indonesia yang terdapat pada tiap-tiap tahapan pengajaran.

Mengarang yaitu suatu aktivitas menuangkan pandangan baru atau gagasan dalam format rangkaian kata mejadi suatu kalimat kedalam alinea-alinea dengan mengangkat suatu tema tertentu.

Kesibukan mengarang membutuhkan kecakapan daya pikir atau membahayangkan. Tanpa kecakapan ini orang akan kesusahan dalam membikin suatu kata-kata dan kalimat.

Kecakapan daya pikir atau membayangkan yaitu kawasan kerja otak kanan. Jadi jangan heran bila seseorang mempunyai kecakapan menulis (mengarang) otak kananya akan lebih berkembang dengan maksimal dibandingi dengan seseorang yang sama sekali tak terbiasa menulis (mengarang).

Alangkah tak! Seseorang yang akan menuangkan pandangan baru-pandangan baru atau gagasanĀ  dalam aktivitas mengarang, disamping ia seharusnya rajin membaca, ia juga seharusnya mempunyai kecakapan daya pikir yang tinggi.

Sebab seharusnya memikirkan pandangan baru apa yang akan dituliskan, tema yang layak, kerangka karangan atau pokok-pokok alinea yang akan dituangkan menjadi sebuah karya. Jd memang bukan profesi yang gampang sebab memerlukan pelaksanaan yang panjang dan memerlukan kecakapan kreativitas.

Dikala energi daya pikir seseorang mulai terasah, karenanya kecakapan-kecakapan yang lain yang termasuk kawasan kerja otak kanan lambat laun juga akan berkembang.

Sebagai figur saat seseorang menjalani pelaksanaan mengarang karenanya pandangan baru-pandangan baru kreatif akan bermunculan, dengan demikian kreativitas juga akan terlatih dan berkembang. Seiring dengan itu kekayaan kosa kata dan kecakapan berbahasa juga akan terlatih dan kian kaya.

Seseorang yang mempunyai kecakapan berbahasa yang bagus dan bisa menempatkan kata-kata yang layak dalam tiap-tiap pergaulan karenanya tingkat kepedulian kepada sesama orang bahkan akan mulai terwujud.

Jadi bisa disimpulkan dengan satu kultur bagus adalah menulis (aktivitas mengarang) kerja otak kanan akan kian berkembang. Sebab didalam aktivitas mengarang terdapat kegiatan berdaya upaya, mengkhayal, membayangkan, berfantasi, memilih kata-kata atau bahasa yang layak, berdaya upaya kreatif dan lain sebagainya.

Hal inilah yang akan melatih otak kanan akan terus berkembang, sehingga kesuksesan dan keberhasilan akan terbentuk.

 

Baca Juga: perkembangan motorik