5 Tren Furniture di Tahun 2018 Menurut Gibson Rocking

5 Tren Furniture di Tahun 2018 Menurut Gibson Rocking

Tahun ini sosok di balik lini furnitur ternama La-Z-Boy, Gibson Rocking berbagi rahasia mengenai popularitas furnitur yang akan banyak menjadi incaran.

Gibson percaya bahwa 2018 ini adalah tahun dimana wujud, kenyamanan, warna, dan kesan glamour bernuansa internasional akan lebih banyak diminati masyarakat.

“Tahun 2017 sudah menjadi tahun yang penuh dengan tekanan untuk desain furnitur. Mengamati popularitasnya, 2018 berlanjut dengan nada yang sama.

Kami memperhatikan wujud yang lebih bulat dan lebih lembut, potongan kepompong yang menenangkan lebih dari sebelumnya. Diciptakan supaya rumah menjadi daerah perlindungan yang menenangkan,” katanya terhadap IOL.

Gibson menerangkan, ada lima popularitas utama yang akan memberi pengaruh desain furnitur ruang tetamu pada 2018. Kelima popularitas hal yang demikian merupakan desain penuh lekukan, minimalis, glamor vintage, netral, dan personal.

 

1. Be a global nomad atau minimalis konsep baru

Desain minimalis akan digantikan dengan “nomadisme global”, sebuah campuran antara etnik dan koneksi global.
Gibson mengatakan bahwa popularitas baru yang sedang berkembang ini akan mempunyai imbas besar pada warna dan bahan.

“Akan banyak kulit, bulu, keranjang, kayu, warna bersahaja, tekstur yang menstimulus, benda menarik yang dirancang dalam skema warna monokrom yang lembut,” jelasnya.

Berdasarkan Gibson desain ini akan bersandingan dengan faktor industri, seperti beton dan logam yang memberikan kesan kontras perkotaan dan kontemporer dengan koleksi bagian pedesaan.

Baca Juga: jasa desain interior

 

2. Embrace some curves atau desain lekukan

Kata Gibson, furnitur dengan desain melengkung akan kembali hits. Menurutnya furnitur yang empuk, dengan tambalan untuk kenyamanan optimal merupakan apa yang orang cari.

“Konsentrasinya merupakan pada pemeliharaan dan pemulihan. Formatnya yang seperti gelembung, sarang, awan dan balon, bisa menolong memberi tambahan khayalan kreatif dan mengoptimalkan waktu bersantai,” jelasnya.

 

3. Personal

Lebih dari sebelumnya, desain furnitur kian bergerak menjauh dari komersialisme dan harapan untuk tinggal di lingkungan seperti hotel.

“Hari ini, ada dorongan menuju kamar yang berbincang-bincang perihal karakter pemiliknya. Dengan bangkitnya media sosial, kita seluruh membikin rumah menjadi pertunjukan lebih dari sebelumnya. Dan ketika ruang pribadi menjadi lebih awam, karenanya mereka juga menjadi lebih pribadi, dan merepresentasikan siapa kita,” terang Gibson.

 

4. Glamor Vintage

Glamor masih akan disenangi kaum elit. Melainkan kata Gibson, popularitas glamor kali ini akan betul-betul berbeda. “Glamor modern ketika ini masih banyak dihiasi permata, kain variasi beludru, karpet tebal, pola berumbai serta berlapis, dan logam mengkilap. Melainkan akan dipersembahkan dengan pesona vintage yang lebih lembut,” terangnya.

Popularitas ini akan halus, menarik, dan betul-betul mengasyikkan, tambah Gibson. “Pikirkan wujud dunia lama, warna yang betul-betul kaya dan hangat, dan kemewahan zaman dahulu. Semuanya dipersembahkan dengan metode yang dipersonalisasi, tetapi modern,” jelasnya.

 

5. Popularitas netral

Popularitas “gray is the new black” masih akan mengendarai gelombang tren warna netral sampai sebagian waktu ke depan. Melainkan tentu saja, akan ada sedikit perubahan.

“Nada yang lebih gelap. Nada ini hampir seperti hitam, dan ini diaplikasikan untuk efek yang besar. Warna logat kecil di samping akan dipenuhi putih dan krem. itu akan menjadikan tampilan monokrom yang kuat, tetapi dengan metode yang hening dan lembut,” urainya.

 

Inilah kenapa media sosial dianggap mempunyai imbas besar pada desain furnitur via dorongan untuk menjalankan kustomisasi, dan keperluan furnitur yang menolong menyebutkan kisah pemiliknya.

 

Sumber: tinyurl.com/y739o4ue