Cara Mengamankan Data dengan Teknologi Blockchain

Cara Mengamankan Data dengan Teknologi Blockchain

Berdasarkan laporan yang diciptakan oleh Transparency Market Research, pasar global dari teknologi blockchain diproyeksikan akan menempuh $20 miliar pada tahun 2024. Sebagai teknologi, blockchain Indonesia sudah membikin revolusi bagi cara keuangan.

Pada dasarnya orang-orang mempunyai keraguan mengenai keamanan data mereka, sebab itu mereka memilih untuk menyimpan data mereka dalam platform yang relatif aman. Blockchain Indonesia mempunyai potensi untuk mengurangi tarif, meningkatkan transparansi, memperkuat keamanan dan meningkatkan efisiensi.

Peningkatan keamanan data ialah salah satu hal yang dapat kita bisa dengan memakai teknologi blockchain. Data yakni aset paling penting. Sebagian konglomerat seperti Alphabet, Amazon, Facebook, Apple, Microsoft dan lainnya yakni perusahaan data-centric. Mengamankan data ialah prioritas bagi bisnis di segala dunia. Blockhain dapat menjadi opsi di antara database berbasis cloud dan server.

Mari kita lihat bagaimana blockchain dapat memberi pengaruh keamana data:

 

1. Susah Diretas

Cocok dengan namanya, blockchain yakni rantai dari block (rekaman transaksi) komputerisasi. Dikarenakan tak adanya lokasi terfokus, data pada blockchain tak bisa diubah dengan cuma meretas satu komputer.

Sebaliknya, data hal yang demikian terdesentralisasi dan terdistribusi di segala peer-to-peer network yang terus meg-update dan sinkronisasi data. Tiap block terhubung dengan block sebelumnya. Untuk memahami konsep blockchain lebih rinci, dapat lihat tulisan aku di sini

Baca Juga: blockchain indonesia

 

2. Enkripsi dan Validasi

Platform blockchain mengenkripsi seluruh data yang masuk, yang berarti memodifikasi data menjadi hal yang susah. Kecuali mengenkripsi, blockchain juga menyebar seluruh data hal yang demikian di segala network. Dengan demikian itu, kalaupun ada seseorang yang dapat memodifikasi sebuah data, karenanya ia sepatutnya memodifikasi di segala network yang ada untuk data itu dianggap valid.

 

3. Desentralisasi

Teknologi blockchain bersifat terdesentralisasi, yang artinya cara hal yang demikian tak bertumpu pada satu sentra kontrol. Blockchain yakni pelaksanaan pencatatan transaksi secara komputerisasi di mana tiap-tiap network yang terhubung mempunyai database yang utuh. Tak adanya otoritas tunggal membikin cara ini lebih adil dan dapat dikatakan lebih aman.

Daripada bertumpu terhadap oritas sentra untuk mengamankan data, blockchain memanfaatkan consensus protocols di segala network, untuk memvalidasi transaksi dan menaruh data. Dan sebab data hal yang demikian tersimpan di banyak komputer (network), kesudahannya data hal yang demikian susah untuk dimanipulasi.
Sebagai teknologi yang kian popular, blockchain yakni platform yang tepat bagi para perusahaan dalam menaruh data mereka. Blockchain tak cuma aman, akuntabel, tetapi juga menawarkan transparansi.

 

Baca Juga: bitcoin indonesia