Tiga Menara Regatta Diserahterimakan

menara

Sewa Kantor Murah – Hunian prestisius, Regatta yang terletak di Pantai Mutiara Jakarta Utara sukses menyerahterimakan unit tiga menara terhadap penghuni sebagai tahap permulaan. “Progres serah terima dilakukan semenjak November 2008, tiap tower dengan ketinggian 24 lantai mempunyai 92 unit apartemen,” kata Direktur Badan Layak sama Mutiara Buana (BKMB) Suhendro Prabowo di Jakarta. Proyek Regatta rencananya membangun 10 menara apartemen, sebuah hotel taman air, dan apartemen sewa (serviced apartement) di atas lahan seluas 11 hektare, katanya. Proyek ini dirancang Tom Wright, Direktur WS Atkins Consultant, konsultan arsitek dan teknik design bertaraf internasional yang familiar dengan karya Burj Al Arab di Dubai.

Tom merancang Regatta dengan tema Nautical dengan konsep arsitektur berbentuk layar terkembang dan hotel yang mempresentasikan sebagai mercusuar. Lebih jauh Suhendro mengatakan Regatta yang terdiri atas tiga menara Dubai, Monte Carlo, dan Miami ketika ini 75 persen telah laku terjual, sementara menara Rio de Janero akan diciptakan sebagai serviced apartement.

“Semenjak desainer kami, masing-masing lobi tower menawarkan tema mencontoh nama-nama waterfront city di dunia dengan panorama laut,” ujarnya. Pembangunan tahap kedua mencakup tiga menara apartemen dan taman air, sementara tiga menara terakhir akan dibangun pada tahap ketiga bersama dengan hotel, ujarnya.

Dia permulaan dibangun harga apartemen ditawarkan Rp 14-15 juta per meter persegi. Akan namun, harga jual ketika ini telah sekitar Rp 20 juta per meter persegi sehingga sebagai investasi amat menguntungkan, ujarnya. Serah terima kunci penghuni diwakili pengusaha pemilik Telesindo Mulia Hengky Setiawan dan pengusaha pemilik Mustika Ratu Muryati Sudibyo yang masing-masing mempunyai unit di Regatta. Hengky yang mempunyai apartemen ragam 245 mengaku puas dengan pelayanan yang dikasih sebab cukup dengan mengredit 80 kali pembayaran tanpa bunga telah bisa mempunyai apartemen.

Ketua REI, Teguh Satria mengatakan, pembangunan apartemen patut dibarengi dengan kebijakan bagi asing untuk bisa mempunyai properti di Indonesia. Hal ini juga didorong Ketua Jakarta Property Club Hendro S Gondokusumo yang mengatakan, absensi asing akan memberikan lapangan profesi terhadap masyarakat Indonesia dan pemasukan devisa untuk memperkuat ekonomi.

 

 

Kunjungi Juga : https://servio.co.id/sewa-kantor-murah-jakarta/