Sekolah Tidak Boleh Paksa Pembelian Seragam Sekolah Bagi Siswa

 

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG–Dinas Pengajaran Kota Semarang melarang kalangan sekolah memaksakan pembelian seragam yang lazimnya disediakan koperasi sekolah setempat terhadap orang tua siswa.

“Koperasi sekolah boleh saja menyediakan seragam, melainkan tak boleh memaksa orang tua untuk membeli. Prinsipnya, tak boleh memaksa,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Kamis.

Berdasarkan ia, tiap-tiap sekolah lazimnya mempunyai satu seragam batik yang membedakan suatu sekolah dengan yang lainnya sehingga seragamnya disediakan sekolah sebab tak dapat diperoleh di pasaran. saint monica jakarta school

Melainkan, kata ia, seragam batik yang disediakan sekolah mesti dipasarkan dengan besaran harga yang wajar, dalam arti tak berbeda jauh dengan harga seragam batik sejenis di pasaran.

“Seandainya seragam batik memang berbeda, melainkan seragam yang lainnya kan sama. Dapat dibeli di daerah lain, tak mesti dibeli dari sekolah. Orang tua beli di luar sekolah tak persoalan,” katanya.

Sebab itu, kata ia, orang tua tak boleh diharuskan membeli satu paket seragam yang berisi seperangkat seragam komplit, tetapi dibolehkan cuma membeli seragam yang tak ada di pasaran.

Baca: Pameran edukasi saint monica jakarta school

“Tak mesti satu paket, itu kan namanya memaksa. Orang tua siswa dapat membeli seragam batik saja, seragam putihnya beli di luar. Seandainya orang tua pilih beli dari sekolah ya dipersilakan,” katanya.